Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kreativitas dan Silaturahmi itu Penting bagi Editor

Kreativitas dan silaturahmi itu penting bagi Editor. Dokumen pribadi

TAFENPAH.COM - Kreativitas, silaturahmi, menemukan sudut pandang yang berbeda, kolaborasi, dan memiliki target pasar yang tepat merupakan intisari dari Pelatihan Diklat Penerbit Tingkat Dasar yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, di Hotel Orchardz, Mangga Dua, Jakarta Pusat, Selasa (23/11/2021).


Ide menulis itu bisa datang dari mana saja, tergantung tingkat kepekaan dari setiap orang. Strategi keberhasilan buku dari penerbit tertentu itu ada dua yakni; kreativitas dan pentingnya silatuhrami antara penulis dan editor. Ujar Tanudi, Direktur Penerbit AgroMedia Pustaka dalam pelatihan Diklat Penerbit Tingkat Dasar kepada peserta Editor yang berjumlah 20-an orang.


Melanjutkan apa yang disampaikan oleh Tanudi, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menegaskan pentingnya kolaborasi antara penerbit, penulis, editor, dan Lembaga Pemerintahan Daerah untuk memajukan literasi DKI Jakarta dan menciptakan iklim pendidikan yang terpercaya, unggul, visioner, integritas, dan profesional menuju sumber daya manusia tahun 2030.


Akan tetapi, permasalahan yang ada di lapangan adalah bagaimana penerbit menghadirkan kualitas bahan bacaan yang berkualitas?


Untuk menyikapi masalah tersebut, Fadjriah Nurdiarshi, Editor Bahasa Liputan6.com menuturkan tentang menulis naskah sesuai dengan angle yang berbeda. Di mana, setiap orang boleh memilih satu tema tapi penyajian pun pasti berbeda. Untuk itu, kejelian dan kreativitas memainkan peranan sentral dalam menciptakan karya yang benar-benar menjawabi kebutuhan pembaca. Bukan karya yang hanya dinikmatin oleh penulis dan penerbit sendiri!


Disela-sela pemaparan materi dari Fadjriah Nurdiarshi, MC juga memberikan kesempatan kepada peserta perwakilan dari berbagai penerbit yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia(IKAPI) DKI Jakarta untuk memberikan pertanyaan, masukan, dan solusi dari setiap permasalahan yang mereka alami dalam mengedit naskah buku.

Lebih lanjut, Andi Hendradi, perwakilan dari Kompas.com memberikan gambaran terkait sistem kerja penerbit Gramedia dalam mendapatkan pelanggan setia. Hal yang paling penting adalah memahami ekosistem penerbitan yang dimulai dari penulis, penerbit, percetakan, toko buku, pelanggan, dan perpustakaan.


Mata rantai ini menjelaskan bagaimana pentingnya kolaborasi yang berkesinambungan dalam jangka waktu yang panjang dari penerbit tertentu. Selain itu, tidak bisa dimungkiri juga setiap penerbit harus mengikuti perkembangan zaman. Tujuannya untuk tetap mempertahankan market pasar dan pelanggan yang loyal.


Diakhir pemaparan materinya, ia kembali menegaskan kualitas buku tidak tergantikan oleh penerbit multimedia sesuai dengan riset yang dikeluarkan oleh salah satu lembaga di Amerika Serikat.


Promosi dan Pemasaran Buku

Sumber gambar; ibrand.id

Narasumber terakhir adalah Budi Ahyar T (Manajer Penjualan Agromedia Group). Dalam penjelasannya ia menekankan pentingnya bahasa komunikasi pemasaran di era digital. 


Pemasaran digital bisa melalui Facebook, Instagram, WhatsApp, Tik-Tok, Web, Blog, Wattpad, dll.


Sementara penjualan offline bisa dilakukan melalui komunikasi interpersonal, dari pintu ke pintu, seminar, bedah buku, poster, dll.


Cara untuk melakukan penjualan yang efektif adalah melihat basis penggunaan media sosial dari penulis itu sendiri. Karena jumlah pengikutnya, itulah yang akan mempengaruhi penjualan. Terangnya.


Acara ini berakhir dengan pembagian doorprize, dan foto bersama sebagai dokumentasi dari Diklat Penerbit Tingkat Dasar.



Fredy Suni (Perwakilan dari penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) Jakarta).











Frederikus Suni
Frederikus Suni Jurnalis, Copywriter dan Humas Universitas Dian Nusantara Jakarta, Penulis, Blogger, Editor Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) Jakarta, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, dan Pegiat Literasi Digital Indonesia

Posting Komentar untuk "Kreativitas dan Silaturahmi itu Penting bagi Editor"