Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teori Tak Seindah Imajinasi di Dunia Kerja!

Teori tak seindah imajinasi di dunia kerja. Hipwee.com

Dunia kerja itu adalah dunia persaingan. Dunia di mana teori tak seindah imajinasi.


Setiap mahasiswa tingkat akhir, pasti sudah merasa was-was akan karier yang ia tekuni, setelah kuliah. Masa pergolakan ini akan selalu ada dalam setiap orang. 


Tapi, teori yang seindah dan seromantis di dalam isi kepala akan terbentur dengan realita yang ada di dalam kehidupan nyata. Karena dunia kerja lebih kejam daripada ilusi teori!


Hiiiiii, amit-amit deh, bila selesai kuliah enggak dapat pekerjaan idaman. Pasti ada dari kita yang berpikiran demikian. Karena selama kita bergelut dengan teori di dunia perkuliahan, kita selalu merasa superior. Dan menganggap remeh, bahwasannya dengan menyelesaikan kuliah, tentunya lapangan pekerjaan pun akan mudah kita dapatkan. Apalagi pekerjaan yang sesuai dengan bidang kuliah kita. Pastinya akan menjadi dambaan kita dan juga keluarga tercinta. Namun apa yang didapatkan setelah kuliah? Yang didapatkan adalah air mata, stres, depresi, tatkala lapangan pekerjaan semakin sulit untuk kita dapatkan.


Nah, untuk mengantisipasi masalah demikian, ada beberapa hal yang patut dipersiapkan oleh mahasiswa tingkat akhir dan siapa pun yang saat ini masih berada di fase perkuliahan.


Tekuni Hobi


Sumber gambar: Thidiweb.com

Apa yang kita sukai, itulah masa depan kita. 

Misalnya, kamu memiliki hobi di bidang desain, Videografer, Fotografer, Accounting dll. Jangan kamu mengebiri hobi yang sudah ada dalam nadi kamu, hanya karena kamu fokus dengan segala teori yang belum tentu dibutuhkan di dunia kerja. 

Kendati bagi mahasiswa yang mengambil jurusan yang di atas, belum tentu aman loh! Karena rasa berpuas diri, akan melemahkan semangat kamu untuk terus mengembangkan skill yang kamu miliki. So, terus merasa rendah hati dan bekali diri dengan banyak kemampuan ataupun hobi yang kamu minati. Karena ituah peluang anda di dunia kerja lebih besar, ketimbang hanya fokus dengan jurusan yang kamu geluti. 



Perbanyak Relasi

Sumber gambar: Liputan6.com

Teori dan hobi saja tidak cukup, bila kamu tidak mencoba untuk membangun relasi dengan orang lain di dunia kerja. 

Berelasi dengan siapa pun tanpa memandang bahwasannya yang ini dan itu tidak berpendidikan. Karena kita tidak pernah tahu, esok atau lusa kita membutuhkan mereka. Akan lebih baik, bila sejak di bangku perkuliahan, kamu sudah memiliki jaringan yang luas dengan para profesionalis di bidang apa saja.


Lalu, bagaimana caranya, untuk memperbanyak relasi dengan para profesionalis dalam bidang apa pun? Saya sarankan, sebaiknya kamu memiliki akun Linkedian. Di mana Linkedin merupakan platform profesionalis terbesar ke-4 di dunia. Di sana kamu akan memiliki relasi tanpa batas. So, jangan menunda ya untuk memiliki akun Linkedin


Selain itu, bila kamu hobi merangkai kata-kata dalam bentuk puisi, refleksi, artikel, dll. Kamu bisa membuat akun di Kompasiana, lalu mulai menuangkan segala ide kamu di sana. Karena Kompasiana juga merupakan platform media Online yang menghimpun berbagai macam profesionalis dalam bidang apa pun.


Ayooo, nunggu apalagi. “Take Action”. Jangan menunda dan banyak beralasan.


Wajib Memahami Internet

Course-net.com

Memahami internet bukan hanya sebatas mengenal media sosial. Melainkan kita harus mengetahui perkembangan Algoritma Google setiap waktu. Ya, bahasa gaulnya adalah terus meng-upgrade diri secara terus menerus.


Saya sarankan, lebih baik sejak dibangku perkuliahan, minimal kamu harus memiliki website pribadi atau blog pribadi sebagai sarana membangun branding. Ya,anggaplah website pribadi sebagai portofolio kamu untuk melamar pekerjaan.


Karena banyak recreuiter atau HRD sekarang memilik tendensi untuk melacak jejak digital kandidat yang melamar pekerjaan. Nah, bila sejak kuliah kamu sudah memiliki website atau blog, hal itu akan memudahkan kamu untuk diterima di dunia kerja.

Banyak Membaca

Ranahresearch.com

Membaca adalah kegiatan yang sudah biasa kita lakukan sejak kecil. Tapi, cara membaca kita masih salah. Di mana kita membaca hanya karena persiapan ujian dan pengerjaan paper, skripsi, dll.


Membaca adalah kegiatan pembelajaran tiada batasnya. Banyak membaca akan mengubah pola pikir kita untuk terus melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang luar biasa. Bukan sekadar biasa-biasa saja.


Manfaat banyak membaca buku adalah melatih imajinasi dan logika kita untuk menalar segala sesuatu di dalam keseharian. Dengan membaca, kita pun memiliki pengetahuan yang melebihi orang yang jarang membaca. Tentu manfaat membaca sangat berpengaruh di dunia kerja. Di mana, kita akan mudah untuk memberikan solusi, tatkala kita diminta untuk memecahkan suatu permasalahan yang terjadi di dalam lingkunguan kerja.


Pernah alami enggak, bila dalam situasi terjepit, kita tidak bisa berbuat apa-apa, selain pasrah? Nah, bagi orang yang banyak membaca, pola pikir atau mindset lebih menonjol dalam keadaan tersebut dengan solusi-solusi yang ia tawarkan.


Membaca juga mendatangkan banyak pertemanan lintas profesi. Bila tak percaya, silakan tekuni membaca dan rasakan manfaatnya dalam keseharian.

Mental Survival

Koinworks.com

Semangat untuk bertahan dalam situasi apa pun adalah prinsip hidup yang harus kita miliki sebagai orang berintelektual. 


Semangat bertahan atau adaptasi sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Karena dalam dunia kerja, segala kemungkinan bisa terjadi.


Nah, untuk mengantisipasi segala kemungkinan di masa depan, lebih baik semangat adaptasi sudah dilatih sejak di bangku perkuliahan. Karena semangat adaptasi akan memudahkan kita, tatkala kita sudah berada di dunia kerja.


Presiden Joko Widodo mengatakan; “Jangan berhenti belajar walau sedang Pandemi. Ilmu dari sekolah atau kampus bisa menjadi sesuatu yang usang. Tapi kalau selalu belajar sepanjang hayat, ilmu akan terus bisa relevan.”


Salam Tafenpah



Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

2 komentar untuk "Teori Tak Seindah Imajinasi di Dunia Kerja!"