Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Klaris Saksi Napak Tilas

Ilustrasi gambar dari Travel-Bisnis.com

Hening mendaki puncak iman

Di sanggar suci hati berpaut

Merintih gundah lirih perih

denganNya nubariku melebur 

hanyut terbuai tanpa kata

berdandan air mata mengalir jatuh

dihadapanNya


Siapakah diriku

Seonggok daging tak lebih

bak rumput liar di padang bianglala

tanpa pesona dipandang pun tidak

wahai pujangga 



Penunggu syak wasangka

sujud sembah diharibaan Sang Khalik

Meronta raga penuh gairah menunggu restu

Dia yang diam disisiku

Adakah lirih hatinya menggemakan 

sepotong nama 


Mengalun mesra lantunan doamu

Dalam hening kuterpukau

Untaian senyummu mengh ias mega

La ngit cemburu, iri melihat kau disisiku

Jejak-jejak hati saling menyapa

Berkisah tak henti

Tentang cinta dalam cita

Saat ini atau masih menunggu?



Penulis Tafenpah: Ignasius Harefa
Mahasiswa asal Nias


Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Posting Komentar untuk "Klaris Saksi Napak Tilas"