Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teruntukmu Yang Selalu Ada Dalam Ketidakpastian


Dokumen Pribadi


Sejak Pandemi melanda negeri tercinta, kita anggap biasa-biasa saja. Akan tetapi, efek yang paling terasa adalah di tahun 2021.


Awal tahun bukannya kita merasa lebih baik dari tahun sebelumnya. Eh, justru keadaan makin runyam dan parah. Gegara rencana yang sudah kita bangun tak berjalan sesuai dengan rencana.


Sobat, apakah kamu pingin tahu kisahku dari awal Januari hingga akhir Juni? So, tetap ikutin curhatanku ya.

Krisis Identitas


Sobat, mungkin kamu pernah mengalami saat-saat yang mencekam dalam kehidupan? Tenang saja sobatku. Aku juga mengalami hal yang serupa.


Sejak Januari 2021, aku masih berstatus sebagai pengangguran. Memasuki pertengahan Februari 2021, aku kembali bekerja di Perusahaan lamaku, berkat jalinan persahabatan yang mesra dengan rekan-rekan, terutama HRD dan tangan kanan Bos besar.


Aku kembali menemukan semangat hidup. Rupanya takdir tak merestui harapan dan rencanaku. Memasuki bulan Maret 2021, aku mengalami fase drop. 


Keadaan diriku tak bisa berbuat banyak hal. Kecuali mendekam di dalam pulau kasur untuk berjuang melawan penyakit yang tak diundang.


Selama dua bulan lebih aku berjuang dengan kesehatanku. Segala hal dan impianku, rasanya semakin menjauh dan hadapanku.


Aku terus mengais rempah-rempah penyesalan di setiap pojok dalam dekapan detik, menit bahkan hari pun berganti.


Tabunganku semakin menipis. Aku memasuki “double krisis. Krisis finansial dan identitas. Di kala aku berada di fase tersebut, aku ingin berhenti dan pulang kampung. Tapi, aku tak bisa pulang kampung dalam tangan hampa.


Aku masih menunggu sesuatu yang akan mengubah takdirku. Namun, semakin aku menunggu, aku semakin tersiksa. Karena tiada seorang pun yang bisa menolong diriku untuk keluar dari permasalahanku. Kecuali aku sendiri.

Sugesti


Aku berusaha untuk memperkaya diri dengan ragam sugesti atau afirmasi (motivasi) diri dengan membaca buku “self improvement.” 


Karena jalan terbaik untuk tetap merasa baik-baik saja adalah membaca kisah inspirasi dari tokoh-tokoh terkenal. Entah di bidang bisnis, penulis, dan ragam profesi yang sekiranya mendobrak hasrat kehidupanku.


Hasrat kehidupanku terus membuncah dalam anganku. Terkadang aku juga bingung untuk mengerem hasrat tersebut. Namun, semuanya nihil atau sia-sia.


Karena kehidupan tanpa masalah, bagaikan hidup tanpa dorongan untuk bergerak ke arah yang lebih baik. Begitulah hal yang aku petik atau ambil dari kisah sukses tokoh favoritku.

Sahabat


Di tengah situasi kehidupan yang tak menentu, aku menemukan sahabat-sahabat baru yang hadir dalam perjalananku. Mereka adalah orang-orang yang telah berjasa dalam memberikan secercah harapan semangat bagiku.


Aku menganggap mereka sebagai “superhero.” Lah kok bisa sih? Ya bisalah. Karena tanpa mereka, mungkin aku masih berada di fase tergelap hidupku. Bahkan di ujung bulan Juni ini, aku dibantu oleh sahabat-sahabat yang hadir tanpa diundang. Mereka adalah titipan dari Sang Pencipta dalam hidupku.


Untuk itu, aku hanya berterima kasih kepada mereka semua. Jasa mereka takkan bisa aku lupakan, bahkan ketika diriku sudah berada di alam baka.


Salam tafenpah.





Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

1 komentar untuk "Teruntukmu Yang Selalu Ada Dalam Ketidakpastian"