Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penting Ngak Jobseeker Bersikap Realitis?

Pencari kerja ataupun seorang lulusan baru harus bersikap realistis di dunia kerja. Shutterstock.com


Impian untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sewaktu kuliah, perlahan-lahan sirna bersama realita di dunia kerja.


Dunia kerja itu sangat keras! Apa yang kita impikan, belum tentu kita dapatkan di dunia kerja. Apalagi seorang mahasiswa yang memiliki idealisme setinggi bintang di langit, mendingan berpikir yang realistas saja.


Apa itu pikiran realistis?


Berpikir realistis artinya kita boleh berangan-angan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di dunia kerja. Akan tetapi, kita juga harus tahu bahwasaannya persaingan di dunia kerja itu sangat ketat dan penuh dengan beragam hal yang sama sekali kita tidak pernah bayangkan.


Ya, seenggaknya dengan berpikiran realitas, kita bisa mengantisipasi penyesalan di waktu yang akan datang.


Kapan kita harus berpikir realitis?


Waktu yang tepat bagi seorang mahasiswa berpikir realistis adalah saat di lingkungan kampus. Lingkungan kampus adalah tempat di mana seseorang harus memikirkan banyak hal seputar apa yang dilakukan setelah menamatkan pendidikan diplomanya.


Tentu kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak bagi seorang diploma itu lebih besar daripada mereka yang hanya tamatan SMA ataupun pernah kuliah tapi tidak selesai alias “Drop Out.”


Mengapa jobseeker/pencari kerja harus berpikir realistis?

Karena dengan berpikir realitis, kita akan tahu bahwa perjuangan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai bidang kuliah, belum tentu kita dapatkan di lingkungan kerja.


Mengingat dunia kerja itu penuh dengan hal-hal yang tak pernah terduga sebelumnya. Selain itu, kita harus tahu bahwa sebagai seorang pencari kerja/jobseeker tugas dan tanggung jawab kita hanya sebagai pencari kerja.


Jika pimpinan perusahaan memberikan posisi yang tidak sesuai dengan bidang kuliah kita, tentunya kita tidak bisa menolak. Karena status kita hanya sebatas pencari kerja ataupun seorang karyawan.


Terserah pimpinan perusahaan. Kita kan tamu. Sebagai tamu, kita pun harus menghormati pemilik rumah dalam hal ini pimpinan perusahaan atau bos.


Sekali lagi saya tekankan bahwasaan nilai IPK ataupun almamater kita tidak memiliki arti di dunia kerja, jika kita tidak memiliki soft skill lain, selain jurusan kuliah kita.


Untuk itu, sedari awal di dunia kampus, seorang mahasiswa harus pandai mengatur waktu dan memperkaya wawasan dengan berbagai ketrampilan yang nantinya dipakai di dunia kerja.


Kira-kira softskill apa saja yang dibutuhkan di lingkungan kerja?


Berbicara mengenai softskill, tentunya sangat banyak kertrampilan di era digital ini. Berikut adalah softskill yang umumnya dibutuhkan di lingkungan kerja yakni; ketrampilan internet, coding, analisa, bahasa, spirit kepemimpinan, penguasaan komputer dan memiliki spirit inovatif, kreatif dan tanggap dalam memecahkan masalah (Problem Solving).


Saya rasa seorang jobseeker/pencari kerja/freshgraduate sudah tidak asing lagi dengan beragam softskill yang saya sebutkan di atas. 


Mengingat sewaktu kuliah, dosen selalu menekankan hal demikian. Entah sadar ataupun tidak sadar, seorang dosen sudah mengajarkan beragam softskill itu dalam tugas  yang diberikan setiap pertemuan tatap muka maupun online.


Bagaimana perasaan kamu, ketika mengetahui semak beluk di dunia kerja?

Mengulik rasa setiap orang pasti punya asumsi tersendiri. Akan tetapi, seorang freshgraduate pasti mengalami shock cultur/ kaget dengan lingkungan kerja yang sangat menantang itu.


Nah, untuk mengantisipasi hal demikian di dunia kerja, seorang freshgradute sebaiknya fokus untuk memperkaya softkill dan hardskill-nya. Tujuannya adalah seorang jobseeker/freshgraduate tidak kaget lagi, ketika berhadapan dengan hal demikian di dunia kerja.


Terakhir, kita semua adalah manusia pembelajar yang tidak pernah mengenal batas usia dan waktu. Selagi kita masih memiliki waktu, kita pun harus mengoptimalkan waktu yang hanya 86.400 detik dalam sehari dengan berbagai kegiatan positif.


Terima kasih untukmu sobat tafenpah. Jangan lupa untuk berlangganan dengan cara klik tombol langganan dengan memasukan akun email kamu, agar tidak ketinggalan dengan update informasi selanjutnya.


Salam tafenpah







Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Penting Ngak Jobseeker Bersikap Realitis?"