Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Secuil Insight Germany (Cakrawala Negeri dan Budaya Jerman)

Buku Insight Germany (Cakrawala Negeri dan Budaya Jerman), penulis Hennie Triana Oberst. 


Kemajuan bangsa dan negara tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang menghargai waktu serta tradisi di mana ia dilahirkan.

Tatkala membuka mata setiap pagi, ada sampul buku berwarna biru muda yang berlatarkan pasir putih di tepian pantai selalu memanjakan mataku. Saya sengaja memajang buku itu dibagian depan. Karena buku itu adalah kado istimewa dari rekan penulis yang saat ini tinggal di negeri Panzer, Jerman.

Membekukan tradisi negeri Panzer dalam buku “Insight Germany” Cakrawala Negeri dan Budaya Jerman,” adalah hal yang super keren. Apalagi penulisnya yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan platform Kompasiana.

Penulis buku bergenre travel yang dikemas dengan budaya Jerman bukanlah hal mudah. Namun, berkat kejelian Hennie Triana Oberst, ia mampu menyajikan sudut pandang yang berbeda dari buku-buku berlatarkan budaya Jerman pada umumnya.

Di dalam buku ini, Hennie Triana Oberst mengajak kita untuk mengenal kebiasaan orang jerman pada umumnya. Selain itu, kisah travel/perjalanan yang dikemas dengan jiwa petualangan, mampu menerbangkan angan kita ke negeri penghasil mobil terbaik dunia itu.

Salah satu alasan orang Jerman paling produktif dan berkualitas dunia adalah budaya menghargai waktu “On Time.” Senada seperti yang saya ungkapkan dibagian teras atau lead awal tulisan ini. “Kemajuan bangsa dan negara tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang menghargai waktu serta tradisi di mana ia dilahirkan.

Uniknya meskipun masyarakat Jerman sangat menghargai waktu, namun mereka tidak menjadi manusia mesin. Kehidupan yang slow, bersahabat dan cinta akan hewan peliharaan serta lingkungan adalah hal unik yang ditonjolkan oleh penulis Hennie Triana Oberst.

Ketika kita membuka lembaran pertama buku “Insight Germany, Cakrawala Negeri dan Budaya Jerman,” mata kita selalu ditautkan dengan kecintaaan masyarakat Jerman dalam melakukan segala hal.

Inilah yang membedakan masyarakat kita dengan Jerman. Di mana budaya menghargai waktu tidak bisa dikompromi. Sementara kita selalu mempermainkan waktu. Akibatnya, kita pun dipermainkan oleh waktu dengan ketinggalan informasi serta perubahan dunia setiap menit.

Saya salut sekaligus bangga dengan rekan penulis Hennie Triana Oberst yang mengajak pembaca untuk ikut nyemplung dalam perjalanannya. Terutama perjalanan di setiap sudut kota Jerman. Walaupun saya belum pernah melihat Jerman, tapi seenggaknya melalui buku ini, saya sudah bersafari bersama imajinasi dari sang penulis buku.

Kejelian, kecerdasan, ketelitian untuk mengulik buku ini memberikan nuansa romantika. Karena setiap edisi liburan, Hennie Triana Oberst selalu menghadirkan kejutan di setiap perjalanannya.

Di mana, petualangannya dimulai dari kota Bremen yang membangkitkan aroma harum tembakau Indonesia di negeri Panzer, Jerman. Tentunya setiap perjalanan pasti punya kisah tersendiri seputar kulinernya.

Selain itu, Hennie Triana Oberst juga membawa pembaca untuk merogoh kocek perutnya dengan Brezel, Roti terpopuler dari Jerman. Hmmm, pasti enak banget ya. Sementara menikmati roti terpopuler Jerman, ia membawa kita pada tradisi Fasching, yakni karnaval mengusir roh saat musim dingin.

Rupanya masyarakat Jerman masih memelihara tradisi nenek moyang mereka ya. Walaupun kemajuan IPTEK tak melunturkan semangat untuk mencintai kebiasaan dari mana mereka dilahirkan.

Gimana masih penasaran dengan buku ini. Don’t worry! Karena kita akan dibawa ke Stuttgart, salah satu kota Mercedes dan Porsche. Hingga ditutup dengan kisah menarik tentang “Little Tokyo di Dusseldorf.

Tokyo dan Beijing adalah kota favoritnya. Tengok saja dari setiap artikelnya, betapa kecintaan penulis buku ini dalam menyajikan budaya dari kedua kota ini. Ya, karena sebelum ke Jerman, ia tinggal di kota itu, karena tugas.

Sebagai salah satu penulis yang bekerja di maskapai penerbangan internasional, memang sudah dipastikan bahwa ia sudah melancong ke manapun.

Sobat, begitulah kenikmatan dan ilmu gratis yang kita dapatkan dari buku Insight Germany “Cakrawala Negeri dan Budaya Jerman.”

Terima kasih untuk kamu pembaca di manapun.












Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Secuil Insight Germany (Cakrawala Negeri dan Budaya Jerman)"