Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penting Ngak Pendidikan Jurnalistik di Zaman Digital

Pentingnya belajar ilmu Jurnalistik di zaman digital. Pixabay


Sebelum memutuskan untuk menekuni profesi sebagai penulis, tentunya kita harus mempelajari ilmunya. Mengenal dunia jurnalistik adalah gerbang menuju masa depan.

Tujuan dari kita mempelajari ilmu jurnalistik adalah memberikan pemahaman kepada kita untuk menulis dengan baik dan benar. 

Meskipun saya tergolong anak bawang di dunia kepenulisan, tetapi di episode ini, saya ingin memberikan secuil ilmu seputar dunia kepenulisan. 

Belajar ilmu jurnalistik bukan hanya mahasiswa Komunikasi dan goal-nya (tujuannya) bukan harus menjadi seorang wartawan ya. 

Melainkan belajar jurnalistik itu sangat membantu kita untuk merangkai kata, menjaring ide dan memaparkannya kepada khalayak dengan logis (masuk akal) dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya (Verifikasi).

Menulis itu gampang. Asalkan kita memiliki komitmen, totalitas untuk terus belajar. Apalagi dewasa ini, bejibun ilmu kita bisa dapatkan secara gratis melalui apa saja. Yang terpenting kita mau belajar atau tidak?

Apa itu Jurnalistik? 

Jurnalistik adalah kegiatan menulis. Arti kata jurnalistik itu semakin berkembang dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Dalam bahasa Prancis (Jour) menulis (Diary).

Bila kamu pernah berkunjung ke Biara atau Pesantren, pasti kamu mendengar istilah jurnal harian. Sederhananya, jurnalistik itu adalah kegiatan menulis catatan harian. Saya yakin kok, pasti semasa di SMA, kamu sering curhat, tatkala si doi tidak membalas surat cinta kamu kan?

Bahkan sampai sekarang kamu masih menyimpan coretan di buku diary kamu yang berhiaskan pengalaman patah hati, jatuh cinta, kecewa, sedih, marah dan ketidakpuasan dengan keadaan sekitar.

Jurnalistik itu berangkat dari keseharian kita. Hal remeh temeh yang terjadi di sekitar kita. Lalu dikemas dalam bentuk berita dan disiarkan atau dipublikasikan kepada media. Baik media cetak (Konvensional) maupun digital (Online).

Lalu, manfaat dari belajar Jurnalistik di zaman digital untuk apa?

Manfaat yang paling penting adalah kita bisa membedakan berita hoaks dan benar. Karena setiap detik, menit selalu ada ribuan artikel atau berita yang bertebaran di media. 

Hidup kita dikepung dengan berita dan dramatisasi kehidupan. Terkadang tanpa sadar kita terjerumus ke dalam berita hoaks. Akibatnya, kita dibodohin untuk menjelekkan orang lain. Ikut-ikutan demo, hanya karena penilain sentimen dari segelintir orang yang ingin berkuasa, lalu kita dijadikan jalannya dengan menciptakan kerusuhan di mana-mana.

Memang ada saat kita harus memperjuangkan aspirasi kita di ruang publik. Tapi harus sesuai dengan jalannya. Karena segala sesuatu itu sudah ada wadahnya.

Selain itu, manfaat lain dari belajar jurnalistik di zaman digital adalah kita bisa mengeksekusi atau mengeluarkan apa yang kita imajinasikan dalam bentuk karya. Bila pekerjaan kita berhadapan dengan marketing dan humas, kita pun harus menguasai ilmu jurnalistik.

Dan masih banyak manfaat dari mempelajari ilmu jurnalistik di zaman digital. Misalnya, kita mendirikan website, tentunya untuk mengisi dan mengembangakn website tersebut, kita pun harus menulis setiap hari.

Dari tulisan yang sederhana di website kita, bisa mendatangkan rezeki dari manapun. Asalkan kita bisa menguasai atau setidaknya mengenal dunia jurnalistik. 

Karena belajar jurnalistik tidak hanya melulu soal menulis, tapi bagaimana menarik minat (Advertisement) dalam produk dll.

Sedangkan bila kamu seorang mahasiswa, mau tidak mau kamu harus bersentuhan dengan dunia kepenulisan. Bila tak ingin skripsi dan paper kamu ditolak terus oleh dosen, dan menunda-nunda wisuda, lebih baik sedari dini kamu harus berkenalan dengan dunia jurnalistik.


Salam tafenpah


Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Penting Ngak Pendidikan Jurnalistik di Zaman Digital"