Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hatiku Hampa di Rumahmu

Pergulatan hidup seorang Imam. Foto dari Pixabay.



Tak terhitung berapa batako kulewati

Berapa daun terserak di pelataran

Pun berapa orang melirik


Kepala tertunduk mata seolah terpaku

Pada indahnya kidung

Namun hati terasa hampa


Ahhh…..siapakah aku ini?

Berteman sepi tanpa rasa

Jari-jari tangan saling bertautan gelisah


Tiba-tiba serasa sakit terhenti ‘tuk melangkah

Swara kidung menggema indah

Kucari-cari di kedalaman rumah indah itu


Iringan nada-nada musik nan syahdu

Menyejukan jiwa luka

Akankan ini rumahku?


Bolehlah aku turut mengidungkannya

Agar luka ini pun tersembuhkan


Ditulis oleh Maria Agnes Indah Puspitowaty

Kompasianer


Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta

Posting Komentar untuk "Hatiku Hampa di Rumahmu"