Sherly Tjoanda: Hari Kartini Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Keberanian Melangkah di Ruang Terbuka

[ Penulis : Frederikus Suni ]


Sherly Tjoanda: Hari Kartini Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Keberanian Melangkah di Ruang Terbuka. Foto ig @s_tjo/Tafenpah.com


TAFENPAH.COM  – Makna Hari Kartini di era modern telah mengalami pergeseran nilai yang mendalam. Bukan lagi sekadar tentang perjuangan mendobrak pintu yang tertutup, melainkan tentang bagaimana perempuan masa kini berani melangkah masuk ke ruang-ruang yang telah terbuka luas, meski tantangannya tidaklah mudah.

Pesan kuat ini disampaikan oleh Sherly Tjoanda dalam sebuah unggahan video di akun instagram pribadinya @s_tjo yang menyentuh hati banyak perempuan Indonesia. 

Sosok yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan ini membedah realita di balik senyum perempuan tangguh masa kini.





Perjuangan di Balik Layar

Sherly mengungkapkan bahwa banyak perempuan saat ini terlihat sangat kuat di luar, namun sebenarnya sedang berjuang keras di dalam.

"Banyak perempuan hari ini terlihat kuat di luar, tapi di dalam mereka sedang berjuang berbagi waktu, menahan lelah, meragukan diri sendiri, sambil tetap tersenyum untuk keluarga dan orang lain," ungkapnya dengan penuh empati.

Menurutnya, Kartini Masa Kini bukanlah mereka yang hidup tanpa luka. Justru, mereka adalah perempuan yang tetap memilih untuk berjalan meskipun rasa takut dan lelah menyelimuti.

Baca Juga

Masyarakat Kupang Puas dengan Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Ini Hasil Surveinya

Makna Menjadi Perempuan Berdaya

Dalam video tersebut, Sherly memberikan definisi baru mengenai pemberdayaan perempuan. Menjadi berdaya, menurutnya, bukan berarti harus selalu terlihat kuat atau tanpa celah.

Berdaya adalah Pilihan: Memilih untuk bangkit setiap kali terjatuh.

Keberanian di Atas Kesempurnaan: Perempuan tidak perlu menjadi sempurna untuk dianggap berarti.

Nilai Diri: Perempuan tidak harus selalu kuat setiap saat untuk dianggap berharga.

"Yang kamu butuhkan hanya satu: keberanian untuk terus melangkah," – Sherly Tjoanda.


Keputusan Kecil yang Berdampak Besar

Lebih lanjut, Sherly menekankan bahwa setiap keputusan kecil yang diambil oleh seorang perempuan—baik itu untuk belajar, bekerja, bertahan, maupun peduli—memiliki efek domino yang luar biasa.

Keputusan-keputusan tersebut bukan hanya membentuk masa depan anak-anak mereka, tetapi juga menentukan arah masa depan bangsa Indonesia. Menjadi perempuan di era sekarang bukanlah hal yang kecil; ini adalah tentang memikul harapan tanpa harus kehilangan jati diri sendiri.

Pesan Penutup: Teruslah Melangkah

Menutup pesan inspiratifnya, Sherly mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk tidak menyerah pada keadaan. Hari Kartini adalah momentum untuk menyadari bahwa cahaya itu akan tercipta selama perempuan terus memilih untuk bangkit dan berjalan.

Video ditutup dengan hangat lewat ucapan khasnya, "Sarangeho," yang menunjukkan sisi humanis dan kedekatannya dengan generasi masa kini.


Sumber: Pesan Inspiratif Sherly Tjoanda (Instagram @s_tjo)


TAFENPAH.COM
TAFENPAH.COM Salam Literasi. Perkenalkan saya Frederikus Suni. Saya pernah bekerja sebagai Public Relation/PR sekaligus Copywriter di Universitas Dian Nusantara (Undira), Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya juga pernah terlibat dalam proyek pendistribusian berita dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ke provinsi Nusa Tenggara Timur bersama salah satu Dosen dari Universitas Bina Nusantara/Binus dan Universitas Atma Jaya. Tulisan saya juga sering dipublikasikan ulang di Kompas.com. Saat ini berprofesi sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Siber Asia (Unsia), selain sebagai Karyawan Swasta di salah satu Sekolah Luar Biasa Jakarta Barat. Untuk kerja sama bisa menghubungi saya melalui Media sosial:YouTube: Perspektif Tafenpah||TikTok: TAFENPAH.COM ||Instagram: @suni_fredy || ������ ||Email: tafenpahtimor@gmail.com

Posting Komentar untuk "Sherly Tjoanda: Hari Kartini Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Keberanian Melangkah di Ruang Terbuka"