Nekseonbanit (Terima kasih) Bahasa Dawan Timor NTT
Penulis: Frederikus Suni
![]() |
| Nekseonbanit (Terima kasih) Bahasa Dawan Timor NTT. Tafenpah.com |
TAFENPAH.COM - Salah satu etimologi atau akar kata (asal-muasal) dari bahasa Dawan Timor Barat Indonesia, khususnya dalam komunikasi antar sesama suku Dawan Timor adalah Nekseonbanit.
Nekseonbanit berasal dari 3 suku kata yakni;
1. Nek yang berarti; Ketulusan
2. Seok berarti; Menyambut
3. Banit artinya; Membalas
Secara umum, TAFENPAH menerjemahkan Nekseonbanit sebagai berikut;
Ungkapan ketulusan hati dari setiap orang yang telah menerima barang atau sesuatu dari orang lain.
Ungkapan ketulusan hati dari seseorang tersebut, sebagai bentuk balasan atas apa yang ia terima dari orang lain.
Proses penerimaan tersebut melibatkan kekayaan makna simbolik dalam kearifan lokal budaya Atoin Meto (Suku Dawan Timor) dalam kehidupan sehari-hari.
Jika TAFENPAH menerjemahkan Nekseonbanit secara sederhana adalah ucapan terima kasih dari seseorang yang disampaikan atau dibalaskan kepada sesamanya secara tulus.
Catatan; Makna Nekseonbanit kita bisa mengartikannya secara luas, tergantung pada kondisi atau konteks pembicaraan (komunikasi).
Kendati demikian, Nekseonbanit dalam kajian ilmu komunikasi merupakan bagian dari pesan balasan yang disampaikan oleh seseorang kepada lawan bicaranya.
Dalam tradisi komunikasi Atoin Meto (suku Dawan Timor), terminologi atau istilah Nekseonbanit melambangkan identitas kebudayaan.
Pemaknaan identitas kebudayaan, terutama Nekseonbanit juga mencerminkan kekayaan tata bahasa (grammar) dalam bahasa Dawan Timor.
Bahasa Dawan Timor tidak hanya digunakan oleh kelompok suku Dawan Timor Indonesia, khususnya yang berada di wilayah Timor Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur.
Akan tetapi, Nekseonbanit juga berlaku dalam komunikasi harian masyarakat Timor Leste, khususnya yang berada di wilayah eksklave distrik Oecusse.
Distrik Oecusse sendiri secara geografis dulunya masuk dalam wilayah NKRI.
Namun, berdasarkan pembagian wilayah kekuasaan bangsa koloni, terutama pengaruh Portugis dan Belanda, maka pulau Timor dibagi menjadi dua bagian yakni; Timor Indonesia dan Timor Leste.
Kendati demikian, secara adat istiadat, ras, dan bahasa, kedua masyarakat tersebut menjadi satu.
Karena adanya ikatan emosional sejak nenek moyang bangsa Timor hidup dan menyerah dari zaman dahulu, kini, dan nanti.
Untuk itu, Nekseonbanit atau ucapan terima kasih ini akan tetapi relevan dalam komunikasi masyarakat suku Dawan Timor Indonesia dan Timor Leste.
Dilansir dari channel Youtube Perspektif Tafenpah,
Nekseonbanit merupakan ucapan terima kasih dari kelompok suku Dawan Timor NTT.
Nekseonbanit juga merepresentasikan kekayaan makna simbolik sekaligus mengejawantahkan komunikasi verbal di antara masyarakat Dawan Timor Barat Indonesia.
Demikian penjelasan singkat dari TAFENPAH terkait terminologi Nekseonbanit.
Apabila kajian ini tidak sesuai dengan konsep pemahaman tetua adat, antropolog, pemerhati budaya, kaum akademisi dan lain sebagainya, silakan tinggalkan komentar di bawah ini.

Posting Komentar untuk "Nekseonbanit (Terima kasih) Bahasa Dawan Timor NTT "
Posting Komentar
Diperbolehkan untuk mengutip sebagian materi dari TAFENPAH tidak lebih dari 30%. Terima kasih