Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apresiasi Kerukunan Umat Beragama, Gubernur NTT Meningkatkan Kolaborasi dengan Walikota Jayapura

PapuaInside

Redaksi: Tafenpah

KUPANG, Tafenpah.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi kerukunan umat beragama sebagai model pengembangan sumber daya manusia yang berjiwa sosial, berpikiran positif, visioner, dan membangun jejaringan lintas budaya.


Sementara, Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan sumber daya manusia yang visioner adalah mampu melibatkan rasa takut akan Tuhan.


"Perjalanan karier politik saya tidak pernah terlepas dari rasa spiritualitas sebagai penganut Kristen yang taat dan soleh" ujarnya saat mendampingi Gubernur VBL dan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Mery L. Y. Kolimon saat meresmikan dan Menahbiskan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Samaria Noelbaki Klasis Kupang Tengah, Minggu (8/5/2022).


VBL pun mengatakan nah, inilah yang perlu menjadi contoh yang baik bagi seluruh jemaat GMIT, bahwa di jemaat ini telah menunjukkan teladan luar biasa, dimana ikut berpartisipasi saudara-saudara kita, umat muslim dan umat katholik. 


"Saya sangat senang bisa berada di jemaat ini, kita sebenarnya harus sadar bahwa kerukunan itu harus dimulai dari hal-hal sederhana seperti ini.  Apa yang kita lihat dan rasakan pada hari ini, memberi  makna yang besar, bahwa kita sungguh-sungguh sedang membangun NTT. Sinergitas harmonis seperti ini yang kita perlu, dan menjadi salah satu modal utama dalam membangun NTT, agar NTT bisa cepat keluar dari berbagai belenggu kemiskinan. NTT ini bisa bergerak maju, manakala kita dapat bekerja bersama-sama tanpa melihat berbagai perbedaan yang ada. Karena sesungguhnya perbedaan adalah sebuah kekayaan yang bisa mendorong kita dapat cepat maju”, ungkap orang nomor satu di NTT ini. 


Gubernur VBL yang hadir bersama Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Semuel Halundaka, menyampaikan terima kasih dan kekagumannya, terhadap perkembangan Jemaat GMIT Samaria Noelbaki, karena setiap potensi dalam jemaat, khususnya soal pendidikan mendapat perhatian utama dan telah berkembang dengan sangat baik, ditandai dengan adanya Rumah Belajar GMIT Samaria Noelbaki, sebagai tempat pengembangan SDM jemaat, dimulai dari anak-anak, yaitu pengembangan keterampilan berbicara di depan umum (Public Speaking), Bahasa Inggris dan Membaca Tulis dan Berhitung (Calistung). 


“Saya beri apresiasi khusus, karena jemaat ini tidak saja giat membangun fisik gedungnya, tetapi jemaat ini juga sudah memberi porsi utama dan telah berjalan dengan sangat baik, yaitu soal pendidikan. Terima kasih Ibu Pendeta Elsa, telah memulai dan melakukan sesuatu yang sangat berarti. Pemerintah merasa sangat terbantu dengan terobosan yang dilakukan oleh ibu pendeta dan jemaat ini. Saya sangat berharap, langkah yang telah dilakukan oleh Ibu Pendeta Elsa, dapat juga diikuti oleh pendeta-pendeta di seluruh GMIT. Kami sebagai pemerintah sangat berterima kasih manakala, Bapa dan Mama Pendeta GMIT selain tugasnya adalah melayani dan memberitakan Firman Tuhan, tetapi memberi juga waktu tampil sebagai pengajar bagi generasi di gereja, maka ini menjadi hal yang sangat baik untuk pengembangan SDM Jemaat. Karena sebenarnya jika seorang pendeta yang langsung mengajar, ia bisa tampil langsung menjadi Guru PAR atau Guru Sekolah Minggu, maka saya pastikan generasi cerdas dan berkarakter Kristus dapat dihasilkan dengan sangat baik pula” tegas Gubernur VBL.


Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPRD RI ini juga mengatakan bahwa Jemaat GMIT Samaria telah memberi input yang sangat baik bagi pemerintah untuk pengembangan SDM NTT yang berkualitas, juga menjadi input model pembelajaran bagi perkembangan SDM jemaat, sekaligus mendukung pertumbuhan iman kepada Tuhan.


“Soal Pendidikan adalah soal membangun generasi. Generasi yang tidak menjadi tahu saja,  tetapi lebih dari itu, harus menjadi generasi yang paham. Rumah ibadah ini haruslah menjadi pusat pendidikan yang hebat. Kita bisa menata masa depan yang baik, kalau pendidikannya baik. Cara-cara tersebut yang ingin kita bangun untuk menciptakan generasi masa depan yang kritis dan generasi yang paham benar yang mampu menganalisa setiap masalah dan generasi yang tidak termakan isu, Karena itulah, saya sangat berharap peran besar dari gereja bermitra dengan pemerintah untuk menciptakan generasi tersebut, termasuk menjadikan generasi yang hidup berdisiplin. 


Ketua Majelis Sinode GMIT dalam Suara Gembalanya menyampaikan terima kasihnya kepada Panitia yang sudah bisa membangun sebuah gedung gereja yang representatif, dimana hal tersebut juga menjadi bagian penting partisipasi nyata dalam  membangun NTT, khususnya membangun Kabupaten Kupang. Pendeta Merry juga menyampaikan bahwa saat hadir dan mengikuti semua rangkaian acara setiap orang tentu mendapat energi positif sosial baru, dimana terlihat dari keterlibatan aktif setiap komponen masyarakat, partisipasi lintas agama yang bersedia bahu membahu berbagi sukacita dalam tanggung jawab menyukseskan acara peresmian dan penahbisan gedung kebaktian GMIT Samaria Noelbaki yang baru. 


“Saya ingatkan kepada seluruh Jemaat dan Panitia yang sudah punya semangat untuk membangun gedung ini, setelah bangun jangan lupa untuk merawat dan menjaga gedung kebaktian ini dengan baik. Ini penting agar gedung ini juga dapat dipakai dan dinikmati oleh generasi mendatang. Gedung gereja jangan hanya digunakan pada hari Minggu saja, tetapi gereja harus menjadi tempat yang terbuka bagi setiap orang untuk belajar banyak hal dalam rangka mempermuliakan Tuhan. Gereja harus menjadi tempat belajar dan pengembangan ekonomi. Gereja harus menjadi tempat terbaik bagi pengembangan budi pekerti. Saya juga mengapresiasi bahwa ketika gedung ini dipersiapkan untuk diresmikan dan ditahbiskan, jemaat ini juga sedang mendorong upaya literasi bagi anak-anak kita. Ini menjadi hal yang sangat baik dan menyadarkan setiap generasi harus mengetahui kelebihan yang dimilki jemaat, sehingga berguna bagi pembangunan Tubuh Kristus dalam jemaatNya”, jelas Pendeta berdarah Alor ini. 


Pendeta Mery Kolimon  juga memberi selamat kepada seluruh warga GMIT, yang sementara merayakan Bulan Budaya GMIT di sepanjang bulan Mei 2022, karena saat Bulan Budaya jemaat diajarkan dan diingatkan terus bahwa dengan budaya, setiap jemaat dapat menikmati kesetiaan dan kebesaran kasih Tuhan yang memulihkan kehidupan manusia.  


“Yang utama dalam Perayaan Bulan Budaya, bukan berhenti pada aspek penampilannya saja, atau lagu daerahnya saja,  tetapi resapilah dan hidupilah nilai-nilai kebajikan, nilai-nilai keluhuran, nilai-nilai perjuangan dan kebangkitan dari keterpurukan dan juga nilai-nilai kepercayaan bahwa ada kuasa Maha Tinggi yang tetap memlihara dan menuntun hidup kita. Dalam Budaya kita merayakan kasih sayang  Tuhan yang menuntun hidup kita, dalam susah dan senang.”, pungkas Pendeta Merry.   


Lanjut Pendeta Merry, “Mari kita doakan Papua menjadi Tanah Damai, Tanah Berkeadilan, Tanah yang dipulihkan dari konflik dan kekerasan, GMIT dan GPI Papua punya beban yang sama, yaitu membebaskan NTT  dan Papua dari kemiskinan, seraya kita mendoakan perjalanan pulang dari Walikota Jayapura dan seluruh rombongan agar tiba dengan selamat di Tanah Papua”, tutupnya.


Dalam khotbah saat kebaktian Penahbisan dan Peresmian Gedung Kebaktian GMIT Samaria Noelbaki, Pendeta Yulian Widodo, M.  Th mengajak seluruh jemaat untuk bisa bangkit dari ratapan kita agar bisa dipulihkan oleh Allah. 


“Bagi manusia meratap dan menangis itu adalah manusiawi, karena dengan ratapan kita bisa bergumul, membawa pengharapan dan mengeluarkan beban kita kepada Allah. Yang harus diingat bahwa meratap harus disertai dengan komitmen untuk kembali ke jalan yang benar dan berserah diri sepenuhnya dituntun olehNya, agar menerima pemulihan kekal dari Tuhan”, ungkap Pendeta Widodo yang juga adalah Ketua UPP Umum Sinode GMIT.    


Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Pendeta dan seluruh jemaat GMIT Samaria atas penerimaan sukacita bagi rombongan dari Papua.


“Terima kasih kami telah diterima dalam semangat persaudaraan, dan lebih dari itu, saya atas nama para donator menyampaikan terima kasih dan syukur kepada Tuhan karena di jemaat ini, kami diperkenankan dan diberi kesempatan Tuhan untuk memberi diri ikut mempersembahkan yang terbaik bagi pembangunan rumah ibadah GMIT Samaria Noelbaki”, ungkap Walikota Jayapura dua periode ini. 


Ketua Panitia Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Samaria Noelbaki, Penatua Petrus Ludji Dima, mengatakan bahwa setelah melalui pergumulan panjang 6 tahun tahun 7 bulan, akhirnya gedung baru Jemaat GMKIT Samaria dapat terselesikan dengan baik.


“Kami bersyukur kepada Tuhan, karena proses panjang telah dilalui dalam tuntunan Tuhan, terima kasih kepada pemerintah, terima kasih kepada kepada para donator, karena telah memberi yang terbaik untuk mendukung proses pembangunan gereja kami. Setelah 9 tahun lebih kami beribadah di gedung gereja yang lama, hari ini kami diperkenankan Tuhan untuk berbakti di dalam gedung gereja yang baru, sungguh luar biasa kasih setia Tuhan menolong kami panitia dan jemaat GMIT Samaria Noelbaki”, urai Petrus Ludji, yang juga adalah seorang presbiter senior di Jemaat GMIT Samaria Noelbaki.  


Tampak hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT : Maria Nuban Saku, Christine Samiaty Patty, Sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT,  diantaranya : Kadis Peternakan Provinsi NTT : Johana E. Lisapally, Kadis Perhubungan Provinsi NTT : Isyak Nuka, Kalak BPBD Provinsi NTT : Ambrosius Kodo, Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi : George Hadjoh, dan Karo Pemerintahan Setda Provinsi NTT : Doris Rihi, NTT, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang : Padron Paulus, Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah : Pendeta Gustaf Amekan, Pendeta Emeritus Josephus A. Biaf, Liturgos masing – masing : Pendeta Elsa Sihasale Huwae sekaligus Ketua Majelis Jemaat Samaria Noelbaki dan Pendeta Jean Tuulima – Konay yang juga adalah Ketua Majelis Jemaat GMIT Narwastu, Para Pendeta GMIT serta Para Presbiter dan Ratusan Jemaat GMIT Samaria Noelbaki.


Kebaktian Peresmian dan Pentahbisan tersebut juga diwarnai dengan persembahan pujian dari Paduan Suara The Counter Melody, Grup Terompet GMIT Siloam Oelbioin Klasis Fatuleu Barat, Paduan Suara dan Vokal Grup Pemuda, Kaum Bapak dan Panitia Pembangunan. (*)


Frederikus Suni
Frederikus Suni Hello pembaca Tafenpah...! Salam kenal dari saya Fredy Suni ya |Kunjungi juga situs baru saya di SuaraDiaspora.Wordpress.com Selamat membaca!! Terkait kerja sama bisa melalui email tafenpahtimor@gmail.com || || Instagram: @Literasi_Tafenpah

Posting Komentar untuk "Apresiasi Kerukunan Umat Beragama, Gubernur NTT Meningkatkan Kolaborasi dengan Walikota Jayapura"