Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar 3 Hal Penting dari Maudy Ayunda

Ilustrasi gambar dari tribunnews

TAFENPAH.COM - Salah satu sosok selebriti tanah air yang memiliki pengaruh besar bagi dunia pendidikan mahaiswa adalah Maudy Ayunda.


Sosoknya yang cantik, cerdas sekaligus memiliki kharisma manajemen diri adalah bagian integral dari kehidupan Maudy Ayunda. Berbagai prestasi nasional maupun internasional telah ia raih.


Rahasisa terbesar yang Maudy Ayunda miliki itu ada dalam tiga hal berikut yakni; Kendali, Refleksi, dan prioritas.


Mari kita kuliti bersama sobat kampus

@Maudyayunda

Pada poin pertama; Maudy Ayunda juga pernah memiliki masalah dengan sistem pendidikannya di Universitas Stanford. Di mana Pandemi global yang sempat mengguncang dunia juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan Barat, Amerika Serikat. 


Di mana pembelajar yang sejatinya offline (tatap muka) seketika beralih ke pembejaran via zoom (online). Sobat kampus pasti tahu dan rasakan bagaimana kelebihan dan kekurangan dari kuliah online. Begitu pun dengan Maudy Ayunda yang sempat kehilangan jati dirinya. Gegara ia merasa shock/kaget dengan model pembelajar online.


Akan tetapi, dalam kondisi tersebut, ia mulai membangkitkan rasa memiliki dan keberadaannya sebagai seorang mahasiswa. Apalagi ia adalah diapora (perantau)  dari negeri Indoensia. Cara terbaik yang ia lakukana dalah memanajemen dirinya untuk beradaptasi (menyesuaikan ritme) pembelajaran online.


Di sini sangat jelas bahwasannya Maudy Ayunda memiliki kendali atau kontrol diri yang sangat bagus. Mengapa saya katakan demikian? Karena selain sebagai mahasiswa pasca sarjana, ia juga memiliki karier di dunia hiburan yang terntunya godaannya makin besar.


Jika ia tidak memiliki kontrol diri yang baik, mustahil ia tidak akan mampu melewati tantangan tersebut.


Kedua, Refleksi. Sebagian dari kita menghabiskan waktunya untuk mencari sesuatu yang berada di luar dirinya sendiri. Namun, mereka jarang untuk masuk dan berdialog dengan diri mereka sendiri yang merupakan pusat dari kehidupannya sendiri.


Berbeda dengan Maudy Ayunda. Meskipun ia masih sangat muda tapi ia memiliki spirit reflektif yang sangat bagus. Refleksi bukan hanya gaya-gayaan. Atau lebih tepatnya refkelsi hanya dimiliki oleh para pemuka agam dan figur publik di dunia humanistik. Tapi, semangat refleksi itu perlu kita jalani setiap saat.


Tujuan dari refleksi adalah melihat kembali perjalanan kita yang terkadang tidakk sesuai dengan rencana atau pun impian kita.


Begitulah cara yang Maudy Ayunda lakukan selama menjalani kuliahnya di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat. Meskipun ia sudah lama wisuda. Tapi, ceritanya saat wisuda yang dia unggah di akun instagramnya masih tetap relevan bagi mahasiswa dan setiap orang sampai kapan pun.


Ia merefleksikan dirinya dengan cara duduk diam, mendengarkan musik religi, membaca buku self improvement (pengembangan diri), mengasah skillnya. Cara praktis ini telah menjadikan dirinya sebagai panutan sejati bagi sebagian besar orang, termasuk saya sendiri.


Ketiga, Prioritas. Maudy Ayunda tahu betul apa yang sedang ia jalani dan kerjakan. Ia tidak muda berbelok dari tujuan awalnya. Ya, meskipun ia juga pernah mengalami perjalanan yang berbelok-belok tapi itu tidak mengurangi esensi perjalanannya menuju tujuan hidup yang pasti yakni menyelesaikan pendidikannya dengan tepat pada waktunya.


Karena ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya, keluarga, sahabat, donatur dan rakyat Indonesia sendiri.


Manfaat yang kita pelajari dari kisah Maudy Ayunda

@Maudyayunda

Sebagai mahasiswa yang sedang menjalani proses perkuliahan online, tentunya banyak dari kita yang secara terang-terangan mengeluh bahkan capek dengan semua ini. Namun, bagaimana pun juga di balik pundak kita ada harapan orang tua dan keluarga tercinta entah di mana pun saat ini mereka berada.


Persoalan memang tidak akan pernah berakhir dari kehidupan ini, kecuali kematian yang datang menjemput kita. Untuk itu, nikmatilah proses perkuliahan kita. Mengeluh ya sewajarnya saja. Setelah itu, kita pun harus bangkit dan menaklukkan segala sesuatu yang selama ini menjadi musuh terbesar hidup kita yakni kemalasan, bersantai-santai, dll.


Akhirnya, pesan Maudy Ayunda rasanya cocok dengan kondisi kita saat ini yakni; Saya akan tetap berjalan-jalan di lorong tembok ini hingga suatu saat saya bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari hari kemarin dan saat ini” terangnya melalui laman intagram @Maudyayunda.





Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News, NTTBANGKIT.COM. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara Jakarta. Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Campus Ambassador Internasional at MUN

Posting Komentar untuk "Belajar 3 Hal Penting dari Maudy Ayunda"