Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengungkap Makna Simbol "Hau Monef"

Hau Monef suku Dawan Timor.Kompasiana.com


Betapa sering orang menyebutkan konsep-konsep seperti budaya ekonomi, budaya politik, budaya bisnis, kebudayaan dari suku bangsa tertentu dan lain-lain. Di satu pihak kita merasa bangga karena ada banyak orang berbicara tentang hakikat kebudayaan, namun di saat yang sama kita harus merasa khawatir karena makin banyak orang yang tidak memahami makna dari kebudayaan yang sesungguhnya. 


Pulau Timor pada umumnya memiliki beragam kebudayaan. Simbol-simbol kebudayaan Atoni Meto (Orang Dawan) mengisyaratkan banyak makna salah satu wujudnya adalah Hau Monef yang berarti kayu yang berada di luar atau tiang keramat (pemali). Biasanya ditempatkan di depan rumah adat. Pemali yang dimaksudkan di sini dalam artian yang disakralkan, dianggap suci dan berisikan pantangan-pantangan tertentu. Jika dilanggar maka seseorang akan mendapatkan kutukan dari para leluhur. 


Selain itu Hau Monef juga menjadi titik awal berkumpulnya anggota keluarga sebelum masuk ke rumah adat untuk melakukan ritual adat (untuk upacara adat tertentu). Bagi masyarakat suku Dawan Hau Monef merupakan simbol laki-laki yang melindungi Ni Enaf yang menjadi simbol perempuan yang letaknya berada di dalam rumah adat. Lebih lanjut ritual Hau Monef  merupakan sebuah tradisi yang dilakukan untuk menghormati para leluhur yang dahulu kala meninggal akibat perang (baik perang antar suku hingga perang melawan penjajah) dan lain sebagainya.


Hau Monef ini disimbolkan dengan mendirikan sebatang kayu yang memiliki tiga cabang atau dahan di depan rumah adat. Proses pengerjaannya dilakukan saat rumah adat akan dibangun. Kayu yang digunakan ialah sebatang kayu khusus yang disebut “Nikis”, yang meiliki tiga cabang sekaligus. Diameter cabang-cabagnya sama besar dan luas antar cabang harus sama. 


Proses pengambilan kayu ini diawali dengan prosesi adat atau ritual khusus dan takanab (mantra) yang dilakukan oleh kepala adat. Takanab biasanya berisiskan permohonan restu kepada alam dan pencipta terhadap pohon yang akan dipotong kemudian dijadikan Hau Monef.


Simbol dan makna yang terkandung dalam Hau Monef terdiri dari beberapa tingkatan yakni bagian dasar, merupakan tempat di mana manusia berpijak sekaligus tempat para leluhur. Pada bagian tengah terdapat sebuah wadah yang terbuat dari batu pipih yang digunakan sebagai simbol atau tempat manusia memanjatkan doa kepada Tuhan dan kepada arwah para leluhur yang diyakini telah berada di surga dan menjadi pendoa bagi mereka yang masih berziarah di dunia,  serta tempat meletakan persembahan yang ditujukan kepada Tuhan.  


Sedangkan pada bagian atas terdapat tiga cabang kayu, salah satu diantara tiga cabang itu  melambangkan tempat Tuhan yang adalah penguasa atas segala sesuatu, pencipta dan penyelenggara hidup manusia. Sedangkan dua cabang yang lain melambangkan Allah Putera dan Allah Roh Kudus (Ena-Ama).



Tradisi Hau Monef memiliki ritus tersendiri dan khusus. Karena menyimpan kekuatan yang luar biasa besar dan sakral. Pada saat melakukan ritual pada Hau Monef maka hewan yang disembelih pun khusus yakni babi dan ayam yang berwarnah merah, sebab warna merah diyakini sebagai warna pemberani, oleh karena itu yang berhak menghadiri ritual ini ialah kaum laki-laki, sebab laki-laki dianggap memiliki tenaga dan kekuatan yang lebih besar dari pada kaum perempuan. Sehingga para arwah leluhur yang ditempatkan di Hau Monef ini ialah khusus leluhur laki-laki.



Selain itu keberadaan Hau Monef ini dipercaya sebagai salah satu simbol yang mewakili keberadaan hidup masyarakat Dawan. Karena di dalamnya memuat tingkatan hidup manusia yang berpuncak pada Allah Tritunggal sebagai puncak dan pusat keberadaan hidup manusia. 



Kontributor Tafenpah Perboyre Bana

 

Frederikus Suni
Frederikus Suni Sastra mengalir dari kampung Haumeni untuk literasi Indonesia. Karya novel Terjebak, Superego, Kumpulan artikel editor pilihan Kompasiana Jejak Aksara, Antologi Jurnalisme warga "150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi, Buku Biografi "Wanita Tangguh Peraih Masa Depan. Penulis Media Online Kompasiana, Terbitkanbukugratis.id dan Pep News

Posting Komentar untuk "Mengungkap Makna Simbol "Hau Monef""